Langsung saja, tata cara shalat (Langsung Praktek) adalah sebagai berikut:
2. niat; niat dalam hati dan atau dengan kalimat sebagai berikut:
- Niat Shalat Dzuhur: "Ushalli Fardazzuhri 'arba'a raka'atin mustakbilal kiblati adaan (imaman/ makmuman) Lillahi ta'ala" - Sengaja Aku Shalat zuhur empat raka'at dengan mkenghadap kiblat (sebagai imam/ menjadi makmum) semata-mata karena Allah Ta'ala.
- Niat Shalat 'Ashar: "Ushalli fardal 'Ashriy 'arba'a raka'atin mustakbilal kiblati adaan (imaman/ makmuman) lillahi ta'ala" - Sengaja Aku Shalat 'Ashar empat raka'at dengan mkenghadap kiblat (sebagai imam/ menjadi makmum) semata-mata karena Allah Ta'ala.
- Niat Shalat Magrib: "Ushalli Fardal Magribi Tsalatsar raka'atin mustakbilal kiblati adaan (imaman/ makmuman) Lillahi ta'ala" Sengaja Aku Shalat Magrib tiga raka'at dengan mkenghadap kiblat (sebagai imam/ menjadi makmum) semata-mata karena Allah Ta'ala.
- Niat Shalat "isya: "Ushalli fardal 'Isya-i 'arba'a raka'atin mustakbilal kiblati adaan (imaman/ makmuman) lillahi ta'ala" - Sengaja Aku Shalat 'Isya empat raka'at dengan mkenghadap kiblat (sebagai imam/ menjadi makmum) semata-mata karena Allah Ta'ala.
- Niat Shalat Subuh: "Ushalli fardas-subhi rak'ataini mustakbilal kiblati adaan (imaman/ makmuman) lillahi ta'ala" - Sengaja Aku Shalat Subuh dua raka'at dengan mkenghadap kiblat (sebagai imam/ menjadi makmum) semata-mata karena Allah Ta'ala.
3. Takbirratul Ihram: Setelah niat dilanjutkan dengan takbiratul ihram dengan lafadz "Allahu Akbar" lalu bersedekap, dan membaca do'a Iftitah. Do'a Iftitah sebagai berikut:
"Allahu Akbar,
Kabiraan-walhamdulillahi katsiraan-wasubhannallahi bukrataan-wa asiila,
Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fattarassamaawaati wal ardha
haniifanm-musliman-wa ma anna minal musyrikiin, inna shalati wa nusuki
wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'alamin, la syarikallahu wa
bizaalika 'ummirtu wa anna minal muslimiin" - Allah Maha Besar/
Maha Agung, Segala kebesaran dan segala puji yang sebanyak-banyaknya
bagi Allah dan bertasbih aku hanya kepada Allah pada pagi dan petang
hari. Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menjadikan langit dan bumi,
dengan keadaan suci lagi berserah diri; dan aku bukanlah dari golongan
orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku
hanya semata-mata bagi Allah, Tuhan Semesta alam. Tidak ada sekutu
baginya, demikian akau diperintahkan, dan aku adalah termasuk kedalam
golongan orang-orang yang berserah diri.
Membaca do'a Iftitah hukumnya Sunnah, selain do'a iftitah diatas juga ada do'a iftitah lain yang dibaca Rasulullah.
Selesai membaca do'a iftitah, lalu membaca "ta'awwudz". Bacaan t'awwudz hukumnya sunnat. Lafazhnya yaitu: "Auudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim" - Aku berlinding kepada Allah dari kejahatan setan yang terkutuk.
4. Membaca Al-Fatihah; Sebagai berikut:
"Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Alhamdulillaahi rabbil'aalamin Arahmaanirrahiim Maaliki yawmiddiin
Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin Ihdinash shiraathal mustaqiim
Shirathal ladziina an'amta alaihim gahiril maghdhuubi'alaihin waladh
dhaalliin Aaamiin" - Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi
Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian Alam
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Yang merajai hari pembalasan
Hanya kepada-Mu kami meyembah dan hanya kepada-Mu saja kami mohon
pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus Jalan mereka yang Engkau
beri ni'mat, bukan jalan mereka yang engkau murkai dan bukan pula jalan
mereka yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami,ya Allah.
Sesudah membaca Al
Fatihah pada rakaat pertama dan kedua pada solat wajib, kita disunnatkan
membaca surah-surah atau ayat yang lain. Pada rakaat selanjutnya yaitu
ketiga dan/atau keempat, kita hanya diwajibkan membaca Al Fatihah saja,
sedangkan pembacaan surah atau ayat lainnya tidak diwajibkan.
Surah-surah atau ayat-ayat Al Quran yang diinginkan dapat saja kita
pilih diantara sekian banyak surah dari Al Quran. Sebaiknya usahakanlah
tetap membaca surah atau beberapa ayat Al Quran sesudah al Fatihah pada
rakaat pertama dan kedua (pada solat wajib)
5. Ruku; Membungkukkan badan sebatas pinggang, usahakan punggung mendatar dan sejajar dengan kepala (ruku' sambil membaca "Allahu Akbar").
Dalam ruku' membaca lafadz sebagai berikut:
- "Subhaana rabbiyal azhim wa bihamdihi" (3x) - Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.
atau
- "Subhaanakallahumma rabbanaa wa bihamdika allaahummaghfirlii" - Maha suci Engkau ya Allah, ya Tuhan Kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku.
*Boleh dipilih salah satu di antara kedua Lafadz tersebut.
6. I'tidal; Bangkit dari ruku' dengan mengangkat tangan sambil membaca "Sami' Allahu liman Hamiddah" - Maha Mendengar Allah akan pujian orang yang memuji-Nya.
dan dilanjutkan dengan Lafadz "Rabbana lakalhamdu mil ussamaawaati wa mil ul-ardhi wa mil uma syi'ta min syai-in ba'du" - Yaa Tuhan kami, untuk-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki.
7. Sujud (pertama); sujud dengan dahi dan hidung agak ditekan ke tempat sujud (sujud sambil Membaca "Allahu Akbar").
Dalam Sujud membaca "Subhanna Rabbi al-a'la wa bihamdihi" - Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya.
8. Duduk antara dua Sujud sambil membaca "Allahu Akbar" dalam duduk membaca do'a sebagai berikut:
"Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa'afinii, wa'fu'annii" - Wahai
Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah
derajatku, ber rizqilah aku, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan
maafkanlah segala kesalahanku.
7* Sujud Kembali 9sujud kedua) sama seperti sujud pertama)
Selanjutnya kembali berdiri sambil takbir membaca "Allahu Akbar" dan
melanjutkan raka'at kedua. semua tata cara pada raka'at kedua sama
dengan tata cara pada raka'at pertama kecuali do'a iftitah (pada rakaat kedua tidak pakai do'a iftitah)
setelah sujud kedua pada raka'at kedua, bangkit dengan takbir (membaca "Allahu Kabar") dan dilanjutkan dengan duduk Tahiyat.
9. Duduk dan membaca Tahiyat (Tawarukdan Tasyahud)
Sikap duduk pada tahiyyat
pertama (Tawarruk, keadaannya sama ketika duduk antara dua sujud
menduduki kaki kiri, sedang kaki kanan tegak dengan jarijari kaki
menghadap kiblat). Lain dengan sikap duduk pada tahiyyat kedua atau
tahiyyat akhir (ifti-rasy, kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari kaki
menghadap ke arah kiblat).
Bacaan ketika tahiyyat ialah:
Bacaan ketika tahiyyat ialah:
"Attahiyatul mubaraakatus-salaawatut-tayibatul-lillah,
Assalaamu'alaika ayyuhannabiyu warahmatullahi wabarakatuh,
Assalaamu'alaina wa 'ala ibadillahis-salihin.
Asyhadu an-Lailaha Ilallah wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah" - Semoga Kehormatan, keberkahan, keselamatan dan segala kebaikkan untuk Allah.
Selamat sejahtera untukmu wahai nabi serta rahmat Allah dan berkahnya padamu.
Selamat sejahtera untuk kami dan untuk para Hamba Allah yang Shaleh.
Aku bersaksi tiada yang patut disembah selain Allah dan Aku bersaksi Muhammad Rasul Allah.
10. Membaca Shalawat atas Nabi (masih dalam Tahiyat)
"Allahuma shali 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad" - Yaa Allah, Limpahkanlah keselamatan kepada Nabi Muhammad dan kepada pewaris-pewaris Nabi Muhammad.
"kamaa
shallaita 'alaa Ibraahim wa'alaa aali Ibrahim, wa baarik 'alaa
Muhammadin, kama baarakta 'alaa Ibrahiima wa'alaa aali Ibraahima, fil
'aalamiina innaka hamiidun majiid" - sebagaimana Engkau telah
memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berilah berkat
kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi
berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha
terpuji lagi Maha Mulia.
Perhatian:
Ketika membaca tasyahhud (asyhadu an la ilaha ilallah) dalam tahiyyat, telunjuk kanan digerakkan ke atas bagai meyakinkan bahawa Allah itu Maha Esa, dan tak ada sekutu baginya.
Ketika membaca tasyahhud (asyhadu an la ilaha ilallah) dalam tahiyyat, telunjuk kanan digerakkan ke atas bagai meyakinkan bahawa Allah itu Maha Esa, dan tak ada sekutu baginya.
11. Mengucapkan Salam; sambil menoleh ke kanan dan membaca:
"Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Allahuma inni as'aluka ridhaka wal jannah" - Selamat
sejahtera untukmu serta selalu dalam Rahmat Allah dan berkah-Nya, Yaa
Allah masukkan aku ke dalam Ridha-Mu dan masukkan akau ke dalam
Surga-Mu.
salam menoleh ke kiri dan membaca:
"Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, wa na'uzu bika min sakhatika wannar" - Selamat
sejahtera untukmu serta selalu dalam Rahmat Allah dan berkah-Nya, dan
aku berlindung kepada-Mu ya Allah dari sakitnya azab Neraka.
12. Tertib dan Tu'ma'ninah:
Tertib yaitu semua proses gerakan shalat harus teratur rapi dari awal sampai akhir tidak boleh ditukar balik.
Tu'ma'ninah
yaitu beristirahat sejenak atau memberi jeda pada setiap gerakkan
shalat, seperti pada ruku', sujud, i'tidal dan duduk antara dua sujud
(do'a dan lafadz pada setiap gerakkan ruku', i'tidal' sujud dan duduk
antara dua sujud adalah sunnah yang sangat dianjurkan (bertujuan untuk
tu'ma'ninah atau jeda)
NOTE:
Contoh
di atas adalah praktek solat subuh 2 rakaat. Bila Anda solat Maghrib 3
rakaat, maka bacaan tahiyyat pertama rakaat kedua cukup samapai pada "Allaahumma shalli 'alaa Muhammad" dan akhir rakaat ketiga bacaan tahiyyat dibaca dengan sempurna sampai "hamiidun majiid". Setelah itu memberi salam.
Bila anda solat 4 rakaat, yaitu Zohur, Ashar, atau Isya, maka akhir rakaat kedua persis sama dengan akhir rakaat kedua solat Maghrib. Pada akhir rakaat ketiga, tak ada tahiyyat, dan pada akhir rakaat keempat barulah anda sempurnakan bacaan tahiyyat hingga "hamiidun majiid", lalu memberi salam sebagai akhir dari shalat.
Bila anda solat 4 rakaat, yaitu Zohur, Ashar, atau Isya, maka akhir rakaat kedua persis sama dengan akhir rakaat kedua solat Maghrib. Pada akhir rakaat ketiga, tak ada tahiyyat, dan pada akhir rakaat keempat barulah anda sempurnakan bacaan tahiyyat hingga "hamiidun majiid", lalu memberi salam sebagai akhir dari shalat.





0 komentar:
Posting Komentar